Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Seriuh ombak memecah keheningan dalam senja,
Bergerak ke segala arah.
Ombak mengambil paksa sang pesisir yang pasrah tanpa perlawanan.
Ia terjerembab dalam hukum alam.

Seorang gadis bertandang dengan lantang. Menantang sang alam, mencoba berbicara dengan semesta.

Ia mencoba menggenggam erat pasir, namun terlepas.
Ia mencoba memeluk ombak, namun terlepas jua.
Ia tak mengerti dan semakin terperangkap dalam nanar tak bernalar.

“Aku mencintai pasir. Aku hanya mengenggamnya erat, takut pasir kan terbang bersama angin dan meninggalkanku. Namun mengapa ia melepaskan genggamanku?”. Tanya sang gadis kecil kepada semesta.

Semesta bungkam. Hanya bergerak mengikuti alam.

“Aku mencintai ombak. Memeluknya erat agar ia menyentuh setiap sudut tubuhku. Namun mengapa ia pun tercerai berai dalam pelukan?.” Tanya gadis kecil itu lagi kepada semesta.

Semesta kembali bungkam.

Gadis itu tersukur didalam angan keraguan.
Pertanyaan tak terjawabkan.
Berkeluh tanpa sebuah harapan.
Ia kesal.

Di tinggalkan pasir yang tersisir bersama ombak di pesisir.
Ia kesal.
Mencintai dengan genggaman dan pelukan tak lagi menyenangkan.

Ia berlari tak tentu arah.
Masih. Di pantai tanpa nama.

Kemudian ia kembali ke bibir pantai.
Sepercik air mata menghiasi sudut matanya.
Ia tersungkur di antara pasir dan ombak.
Di kebaskan mereka ke segala arah dengan amarah.
Ia menangis.

Menangisi apa yang tak bisa di milikinya.
Angannya tak lagi nyata. Harapannya telah tiada.
Terisak dalam dan menantang semesta.

Seketika ia tertegun.
Melihat lukisan semesta yang tampak tak nyata, namun benar ada.
Semburat warna langit bercampur senja. Sungguh indah.

Gadis itu tersenyum meski masih terisak. Kali ini isaknya untuk bahagia.
Ia temukan apa yang nyata.
Ia jatuh cinta pada sang senja.

Air matanya menghapus apa yang tak nyata kembali ada. Hatinya bahagia.
Kembali ia lihat sang ombak yang masih bercinta dengan sang pasir.
Mereka tak terpisahkan.
Mungkin memang ia yang salah telah memaksa tuk bercinta dengan mereka.

Sang gadis telah ikhlas tuk pergi dan melepas.

Cintanya kini hanya untuk sang senja.
Meski senja hanya kan datang sesekali, tapi ia tahu bahwa cinta itu memang ada.

Kali ini tak kan lagi ia paksakan tuk sebuah genggaman pun sebuah pelukan. Cintanya tanpa alasan.

Membiarkan dirinya menjadi sang pengagum rahasia.
Yang menyimpan rapat semua rasa.

20121206-193401.jpg