Tags

Dear Pak Jokowi,

Sebelumnya perkenalkan saya adalah Iit Sibarani, seorang mahasiwi Udayana Bali yang merupakan penduduk berdomisili Jakarta. Dalam beberapa tahun belakangan ini saya memang tinggal di Bali dan hanya sesekali kembali ke Ibukota.

Saya hanya orang awam yang tidak mengerti politik, tapi entah sebelum terpilihnya Bapak sebagai Gubernur DKI Jakarta, saya sudah jatuh cinta duluan dengan hasil karya Bapak dalam mengembangkan dan memajukan kota Solo sewaktu masih menjabat sebagai Walikota Solo. Kurang dari 2 periode Bapak bisa mentata apik kota dengan slogan barunya, “Solo; The Spirit of Java”. Luar biasa. Mungkin itu yang terlintas di otak saya.

Dengan latar belakang saya sebagai warga domisili Jakarta, seharusnya saya bisa menggunakan hak suara saya saat Pilgub 2012 kemarin ini. Namun karena perkuliahan saya masih berlangsung, saya tidak menggunakan hak pilih saya. Saat itu saya hanya bisa berdoa, bahwa Bapaklah yang akan memenangkan Pilgub 2012. Dengan harapan Bapak mampu memperbaiki berbagai macam masalah yang ada di Ibukota.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak sebagai Gubernur DKI Jakarta yang ke-17. Semoga selama beberapa tahun kedepan, meskipun akan banyak isu dan permasalahan yang ada Bapak sanggup dan menjadikannya pondasi yang kuat untuk memajukan Ibukota tercinta ini kedepannya.

Permasalahan yang paling pokok yang selalu diributkan adalah banjiir dan kemacetan. Nampaknya kedua masalah tersebut selalu menjadi sahabat karib bagi warga Jakarta. Cercaan, hinaan ataupun sindirian sekalipun yang ditunjukkan ke Bapak, saya harap Bapak memaklumi kami yang tidak begitu mengerti usaha Bapak yang tidak terlihat oleh kami. Banjir besar, banjir 5 tahunan atau apalah itu yang mereka sebut, bagi saya banjir tetaplah banjir yang merupakan masalah untuk kita semua. Masalah yang seharusnya bukan meminta pertanggung jawaban Bapak sebagai Bapaknya Ibukota dan seharusnya tidak menyalahkan Bapak sepenuhnya. Masalah banjir menurut saya adalah masalah kita bersama. Sebagai warga yang baik, kami mempercayakan Bapak untuk memecahkan masalah ini dan kita seharunya bersatu-padu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dengan bersatu, saya percaya permasalah apapun akan terselesaikan jika dilakukan bersama-sama.

Sekali lagi, maaf, jika saya lancang. Saya hanyalah orang awam yang tidak mengerti politik. Saya hanyalah salah satu warga Jakarta yang memiliki kepercayaan dan harapan yang besar kepada Bapak untuk kemajuan Ibukota. Saya harap, Bapak diberikan kesehatan selalu. Pak Jokowi juga seorang manusia, seorang suami dan seorang ayah yang memiliki kehidupan sendiri. Entah bagaimana Bapak bisa membagi waktu Bapak agar bisa adil untuk negara dan keluarga. Saya hanya tidak ingin Bapak sakit. Nasib beberapa tahun kedepan Jakarta ada di kebijaksanaan Bapak dalam memutuskan baik hal yang terlihat ataupun yang tak terlihat. Bagaimana bapak memutuskan untuk tetap menjaga kesehatan untuk kebaikan Bapak dan kebaikan kami semua; orang-orang yang mempercayakan Bapak.

Tetaplah berjuang wahai Bapak bagi kami semua. Bapak yang kami cintai.

Dengan segala hormat, kecintaan dan doa saya, terimakasih untuk niat Bapak untuk DKI Jakarta.

Tertanda,

Iit Sibarani.