Tags

Peluru Aksara

Teruntuk,

@korekapikayu , Sang Peluru Aksara.

 

Olla Tukang Pos yang masih misteri namanya. Entahlah, mereka memanggil namamu Ka Maik, Ka Mike, atau entah. Sejatinya tak ada tatap muka pun pertemuan dua tangan untuk saling mengenal sebelumnya. Hanya maya jadi jendela tentang kau, senapan dan pelurumu yang siap di tembakkan.

Sebelumnya, biarkan bibir tuk sampaikan terimakasih untuk jasa yang tak terbayarkan. Pamrih kau buang jauh, bahkan saat diri di semenanjung kesibukan kau kibarkan bendera kewajiban dengan bangga. Satu per satu kau masukan titipan pesan ke kotak merah masing-masing manusia yang karat dimakan usia. Biarkan kuangkat topiku tuk perayaan perpisahan kita yang tepat di depan mata.

Begitupun dengan aksara yang kau buat entah di linimasa pun di jurnal harian. Perbolehkanlah aku tuk menarik nafas panjang di antara rongga-rongga sempitku. Kau, sang peluru aksara menembak jauh ke dalam dimensi ruang yang entah keberadaannya. Barisan aksara menjadi amunisi dalam sekali pacuan tembak, membawa serta ingatan akan masa lalu di tengah-tengah peperangan sengit antara pasukan logika dan konflik di perbatasan jiwa. Sungguhkah, kau manusia yang hidup di masa kini atau kau hanyalah salah satu jiwa yang terperangkap dari sisa-sisa perjuangan tanpa akhir?

Ah, apapun kau yang sebenarnya, tak perlu kau menyibak tabir misteri. Cukuplah bagiku tuk beri kekaguman pada pikiranmu yang tak terbatas. Pun terimakasihku yang tak cukupkan ruang salam perpisahan. 30 hari yang penuh elegi dan pertumpahan darah sang aksara, seharusnya di akhiri dengan bahagia. Semoga waktu membawa kita bertemu lagi meski tanpa tatap mata. Terimakasih, Mungare Mike.🙂

 

Tertanda,

Sang AkarPikiran.

Wanita Sore.

iiTSibarani.