Tags

Senja datang lagi, kembali lembayungnya menari. Percikan warna hiasi mimpi sang hari, membiarkan langit memainkan peranannya di jingga kembali.

Senja datang lagi, ada yang berbeda kini. Sebuah cangkir kopi yang kunikmati sendiri dan sebuah hadir yang mati suri.

Senja datang lagi, pun diri yang menikmati sunyi di beranda kiri. Senjaku mati, tanpa kau di sisi.