Tags

kau tahu apa yang lebih riuh dari pasar malam?
isi kepalaku yang gusar
sebab malam terlalu lekas datang
dan jendela dan pintu dan tembok dan kasur ini,
memberitakan apa yang ingin kulupa

tentang layar yang hilang arah;
tentang kepak sayap lepas;
tentang berahi kaki-kaki malam
atau tentang sepasang lengan yang patah arang

aku terjaga hingga pukul tiga
atau terlelap dengan banyak usaha
sebab mimpi, bagiku
ialah potongan kening yang tandus oleh ketiadaan
yang pernah kukecup sebelum musim kedua
dan pernah bermekar banyak bunga
dan asa pernah terasa benar-benar ada
dan hilang,
tepat sebelum pukul enam

“kau punya mimpi bukan? begitupun denganku.”

tahukah kau, tuan
mimpi kini asing yang entah
sebab mimpi, bagiku
kini diharuskan mati
dan aku lelah
bermimpi
lagi