Tags

aku yang tak ingin diingat
melunturkan nyeri
dengan seuatas senyum di atas berahi
di mana kelu kenang menyetubuhi
tiap malam
memanah diri

sebab, aku bukan lagi arti
dari hari yang kaukunyah sendiri
di kepalamu, dibuai mimpi-mimpi
dan aku ialah perih di uluh hati
yang ingin kau pancang
di tiang-tiang risaumu sendiri

inilah derak tangga
sepantasnya di mahkota kita
menuntun langkah dengan masing-masing kepala

sttt,
dengarkah kau
derap yang kelak kita tertawakan
sebab inilah sebaik-baiknya melepaskan
tersenyum dan saling berpelukan
dengan doa
di masing-masing dada