Tags

masihkah luput dari genggaman
perih kuku jemari
tenggelam dalam jejak langkah kaki
yang menari dengan patahan nyeri
dan menanam tabah di dada masing-masing

adakah kicau sesal mencemaskan pilihan
lebih dari perasan air jeruk di mata
mengenang hujan terbata-bata
teringat kehilangan di arloji yang salah
dan kita tak lagi ada

akankah
sore, gerimis dan ngilu keresahan
menjadi akar yang menjalar di sendi-sendi ingatan
yang kelak kita pertanyakan
dan menunjuk masing-masing kepala

hujan lebih banyak bercerita daripada dusta
atau bibir-bibir yang tenggelam dan menyerah di senja kedua
sebab kita sejatinya berjanji
melepas dan tak kan kembali

adakah ini yang sesungguhnya kita ingini?