Tags

aku berdiri di puing titik kata
memilih mencari arah pada layar yang kau hempas
bernaung dalam riak ombak jejak langkah
berlayar dengan sayap lepas

inilah kita
ketiadaan yang diharuskan

lalu mereka tahu apa
di episode yang gagal kita terjemahkan
tawa adalah tepuk tangan yang meriah di pipi kita
tak kan berhenti sebelum padam di wajah
yang memerah entah karena terjengah atau amarah

mampuslah kita
tercabik oleh luka yang kita kuliti sendiri
dan aku yang enggan dikenang
akan tetap tergenang
di sore yang bersedu sedan
sebab rinai dan tawa mereka
membuncah di sayup ingatan

masihkah pantas bertanya
sejauh apa aku melupakan?

esok hanya jadi letih perjalanan mencari arah,
ketika sesal hanya pakaian usang tak layak
aku menanam duri di jejak langkah
bukan sebagai pengingat
tapi pertanda
mengapa kita dipaksa
tuk saling melupa