Aku adalah rumah yang nyaman
Saat dunia tak lagi ramah;
Saat mereka hanya menertawakan;
Saat kakimu letih melangkah

Sebab aku hanyalah rumah
Dengan pintu; saksi kakimu datang dan pergi
Dengan jendela; mata dunia kala kau ingin bersembunyi
Dengan beranda; tempat malam menanti pagi

Sebab aku hanyalah rumah
Yang kerap terlupa saat kau tertawa dengan dunia;
Yang kerap menua dimakan usia;
Yang kerap ada meski kau melupa mengapa aku seharusnya ada

Sebab aku hanyalah rumah
Segala pulang yang tak pernah kau percayai ada.

(Jakarta, 27122013)