Selamat pagi, sayang.

Kuharap kau menemukan ini sebelum kau mencariku (ya ya ya, alasan satu-satunya kau mencariku adalah untuk susu dan sarapan pagi). Tadinya aku ingin membangunkanmu, tapi bukannya kaumelihatku ganti baju pagi tagi? Ah, kurasa kau belum benar-benar sadar saat itu. Kau hanya membuka matamu setengah, melihatku dengan manja, merenggangkan kedua kaki dan tangan, dan kemudian… tidur lagi. Thank you very much.

Pagi-pagi sekali aku harus pergi, ada rapat bulanan yang kuceritakan
semalam itu. Atasanku pintar sekali memotong gaji para karyawannya
dengan keterlambatan yang bahkan hanya beberapa menit saja. Ah, lupakan saja.

Terima kasih, untuk semalam ya?

Kau yang paling mengerti arti diamku, bahkan ketika aku hanya mampu menangis di depanmu. Ya, kautahulah, seberapa brengseknya pacarku. Gulali tidak akan pernah cukup memuaskan lidahnya, dia lebih suka menyantap pie atau brownies di dapur perempuan lain. Entahlah, sayang. Padahal menurutku, merasakan manis bukan perihal berapa rupiah yang kaukeluarkan, tapi bersama siapa kaumenghabiskannya. Any way, nanti
sore sepertinya dia akan ke rumah. Ingat ya, jangan pernah menampakan
diri ke depan wajahnya atau bahkan mengeluarkan suara-suara aneh yang
mencurigakan, jika kau masih di rumahku! Ingat itu!

Entahlah dia akan tahu semalam kautidur bersamaku lagi atau tidak, dia pintar. Dia bahkan mampu mencium aroma tubuhmu dari seprai dan bedcover milikku. Ah, damn me. Harusnya kau tidak menggodaku semalam. Kau tahu aku sedang rapuh. Mengapa kaumenggodaku dengan mata itu? Matamu, aromamu, kumismu, bulu-bulu halus yang menutupi tubuhmu, manjamu, argh! Kau tahu aku paling mudah digoda, mengapa kaulakukan lagi? Hufth, aku enggak tahu, akan semarah apa dia jika ketahuan apa yang terjadi semalam.

Aku harap kau tidak sesak napas semalaman, karena aku memelukmu erat tepat di dadaku. Ah, lagipula kau senang bukan kuhangatkan seperti
itu? Hm? Hahaha, okay-okay aku tidak akan menggodamu. Sarapan dan
segelas susu sudah kusiapkan di dapur, setelah sarapan, bermainlah
keluar. Kalau kau mau makan siang atau sore, kau tahu aku selalu menyediakannya di beranda belakang. Kembalilah sebelum tengah malam,
aku tak ingin melihatmu cemburu ketika mendapati aku dan pacarku yang sedang bercinta di kasur yang sama.

Sayang, kau tahu kan posisimu sekarang? Jika masih mau jadi
simpananku, ikutilah permainan yang ada.

Tertanda,
Pemilik yang menyayangimu.

Ps:
Peraturan untuk tetap menjadi simpananku.
1. Pup hanya boleh di tanah taman belakang.
2. Tidak boleh mengeong saat pacarku di rumah.
3. Dilarang keras bermain dengan kucing kampung! Nanti kau kutuan!

20140209-162159.jpg