20140621-144941-53381778.jpg

keinginanmu mati, seperti cuaca yang dibingkiskan langit pagi tadi. tergeletak layu di antara gedung-gedung tinggi dan ego seorang laki-laki. barangkali, ia hanya seorang gadis kecil yang menamai dirinya mimpi; yang kerap bersenandung lirih perihal jemari yang kelak tak lagi sendiri. katamu, ia akan menjadi ibu yang hebat untuk mengajari langkahmu berdiri lagi, di antara papan reklame besar di kanan dan kiri untuk kaupilih saat sarapan pagi, atau polusi yang kerap menamai dirinya prestasi; sebelum akhirnya mendung memeluk kota-kota mati, sebelum akhirnya ia kau bunuh dengan belati paling pagi.

keinginanmu, mati. di tanganmu sendiri.