apa yang hendak kuturuni?
tangga putih dengan bunga berwarna-warni, mati jiwanya di atas kertas putih

apa yang hendak kuturuni? ketika
lututku hanya mampu menciumi bumi,
isi kepala pun hanya serupa riuh bocah-bocah kecil, dengan
banyak tanda tanya, dengan banyak tanda seru yang
tak henti-henti.

apa yang hendak kuturuni?
putih terkadang tak hanya perihal janji-janji suci; ia terkadang
pertanda
bahwa kaki tak melulu perihal berlari dan mencari, barangkali,
sudah seharusnya berhenti
merapatkan kaki
kemudian berserah pada Illahi.

apa yang hendak kuturuni?
ketika apa yang kucari terkadang hanya sebatas
mimpi,
di hari yang kubunuh sendiri.