Tags

,

Yaa Allah,

Hamba tahu, mudah saja menyampaikan segala harap kepadamu, melalui sebuah doa. Tapi dalam kesempatan ini, biarkan hamba melakukan segala cara untuk menyampaikan rasa yang tersirat, meski dalam sebuah surat.

Terima kasih untuk waktu yang kau berkahi atas usiaku, yang kerap membawaku semakin dekat kepada surgaMu. Untuk setiap keadaan yang kerap hamba sebut musibah, meski nyatanya ialah sebuah berkah. Untuk segala syukurku, terimalah dalam setiap keikhlasan sujudku.

Hamba tak ingin membuatMu cemburu, sebab namanya ialah yang kerap hamba sebut, selain namaMu. Kau yang paling tahu perihal rahasia, dosa, dan doa seorang manusia. Kau yang paling mengerti segala, meski lidah tak berfungsi sempurna. Kau yang paling berkuasa, untuk segala rasa yang ada di semesta. Dan ampunilah hamba, jika kerap melahirkan makna yang begitu prematur untuk beberapa pertanda. Sebuah pertanda, yang barangkali ialah jawaban dari banyak doa.

*“Ya Allah, aku memohon petunjuk kepadaMu dengan ilmuMu dan aku memohon ketentuan daripadaMu dengan kekuasaanMu dan aku memohon daripadaMu akan limpah kurniaanMu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala perkara yang ghaib. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui bahwasanya urusan ini adalah baik bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku, takdirkanlah ia bagiku dan permudahkanlah serta berkatlah bagiku padanya dan seandainya Engkau mengetahui bahawa urusan ini mendatangkan keburukan bagiku pada agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku, jauhkanlah aku daripadanya dan takdirkanlah yang terbaik bagiku kemudian ridhai’lah aku dengannya,”

Aamiin yaa Rabbal’alamin.

Engkau yang paling memahami, mengapa pria ini begitu kucintai. Ketika hadirnya ialah lentera yang menerangi jalanku menuju surgaMu, ketika cintaku kepadanya menguatkan cintaku kepadaMu, ketika mencintainya, ialah salah satu caraku mencintaiMu. Dan kepadaMulah, sebaik-baiknya kuikhlaskan segalanya.  Jika cinta ini baik, pelihara dan takdirkan kami dalam ridha’Mu.  Dan ikhlaskanlah hati hamba jika cinta ini hanya akan membuat hamba jauh dari berkah dan ridha’Mu.

Yaa Allah, untuk segala rasa yang ada, dari makna yang terlupa, atau pertanda yang tak mahir kuartikan, ampuni dan genggamlah hamba lebih erat dari sebelumnya.

Aaamin yaa Rabbl’alamin.

[*diambil dari doa istikharah.]