Stupid Room - Jahoya Dress

 

hatinya pernah secantik taman bunga, dipenuhi bunga berwarna merah muda. ia bahkan menaruh isi kepalanya pada akar yang menjalar perut bumi di dalam sana. hingga sebuah pohon tumbuh dengan sempurna, menjadikan apa-apa yang ada di sekelilingnya ikut merendah.

ia pernah secantik bunga, namun tak pernah sesempurna apa yang ada di luar sana.

malam tak pernah datang tiba-tiba, ia tahu kelak akan datang waktunya. bunga-bunganya mulai layu serupa senyuman nenek tua, daunnya pun mulai menjelma burung-burung yang mencari sangkar lainnya. hatinya patah, dan tak lagi seindah taman bunga.

tak sekali ia mencari cara, perempuan itu pun ingin meski hanya sekali merasakan bahagia. perlahan ia mulai bangkit dari gulita di kepalanya, mencoba lebih banyak memfungsikan telinga daripada lidah, dan mengulurkan tangannya untuk membantu siapa saja. baginya, bahagia bisa didapatkan dengan berbagai cara; meski dengan membahagiakan siapa saja yang membutuhkan.

senyumnya perlahan merekah, mengira rasa sakit telah sirna sempurna. tak ada waktu yang tak ia habiskan untuk mengulurkan tangan lebih banyak, ia merasa cukup bahagia, dengan apa yang ada. namun, semakin ia mengulurkan tangan dan mengangkat kaki oranglain lebih tinggi, semakin ia merasa ingin jatuh kembali. ia sadar, kakinya belum sembuh total untuk sekadar beranjak dan berdiri; masih ada luka yang seharusnya lebih dulu ia obati.

jika saja bisa kukatakan padanya, bahwa yang lebih membutuhkan pertolongan dan perlu dibahagiakan bukanlah mereka; tapi ialah dirinya.

 

 

[Jahoya Red Dress by; @stupidroom, thank you dear.💋]